• Menonton TV Online Secara Mudah dan Cepat

    Bagi Anda yang sering banget online sampai sampai tidak sempat untuk menonton acara TV. Sekarang Anda tidak perlu khawatir, blog Supardi Punya kini menyajikan live streaming TV secara online. Di bawah ini baru tersedia beberapa stasiun TV swasta nasional meliputi RCTI, GLOBAL TV, ANTV, METRO TV, SCTV, TRANS TV, dan TRANS 7. Semua stasiun TV tersebut bisa Anda nikmati secara online dengan mudah dan cepat dengan teknologi live streaming...

    Menonton TV Online Secara Mudah dan Cepat
  • Memasang/Menambah HTML Meta Tags Di Blog

    Untuk membuat blog Anda semakin search engine friendly diperlukan cara-cara tertentu untuk optimalkan seo salah satunya adalah dengan memasang Meta Tags pada template blog. Apa itu Meta Tags? Meta Tags adalah script yang berisi informasi untuk memudahkan search engine dalam mengindeks website/blog Anda. Posting kali ini melanjutkan posting saya sebelumnya Cara Menempatkan Meta Tag Pada Blog...

    meta tags
  • Cara Mudah Mendapat Jutaan Backlink ke Blog Anda

    Melalui tips sederhana ini Anda akan mengetahui cara mudah menghasilkan jutaan backlink blog Anda dalam waktu yang tidak terlalu lama? Bagaimana caranya? Pada prinsipnya tips ini memanfaatkan metode Multi Level Marketing? Dan dalam postingan kali ini saya ingin mengajak Anda semua untuk memanfaatkan kedahsyatan faktor kali dan kecepatan penyebaran ini dalam bentuk backlink...

  • Membuat Navbar Blog Ala Facebook

    Hampir semua orang tahu Facebook. Ya, situs jejaring sosial yang memiliki jutaan anggota di seluruh dunia. Kelebihan Facebook dari situs jejaring sosial lainya terletak pada tampilanya yang sangat user friendly serta dukungan berbagai fasilitas yang lengkap. Salah satu fasilitas yang disediakan oleh Facebook adalah navbar interaktif untuk mempermudah dalam mengakses menu hingga untuk chatting dengan...

  • Hakekat Syafa'at

    Syaikh Muhammad bin Abdul WahhabSyafa'at telah dijadikan dalil oleh kaum musyrikin dalam memohon kepada malaikat, nabi dan wali. Kata mereka: "Kami tidak memohon kepada mereka kecuali untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memberikan syafa'at kepada kami di sisi-Nya." Maka dalam bab ini diuraikan bahwa syafa'at yang mereka harapkan ini adalah percuma, bahkan syirik; dan syafa'at hanyalah hak Allah...

Tampilkan postingan dengan label kisah teladan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah teladan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Oktober 2009

CERPEN ISLAMI : “KIAMAT”

”Kring..... kring ..... kring........”Rasyid kaget dan terbangun karena bunyi alarm HP sangat keras di telingahnya. Matanya terasa berat untuk dibuka. Kain selimut ditarik kembali untuk menutupi badannya yang terasa dingin. Matanya masih terasa mengantuk. Kedua tangannya di masukkan diantara kedua paha, terasa hanyat tangannya. beberapa saat ia tertidur lagi”kring ........... kring....... kring......” alarm Hp kembali berbunyi. Rasyid melirik jam yang menempel didinding kamar. ”hhaa sudah jam setengah satu”. Gumamnya. sambil melempar selimut ia pergi ke kamar kecil untuk mengambil air wudlu. Dibasuhnya bagian-bagian anggota wudlu dengan tertib. Air suci mengalir menembus kulitnya. Memang terasa dingin. Percikan, tetesan air menyentuh dinding lantai bagaikan irama yang tidak teratur tapi penuh makna. Rasyid sudah biasa melakukan shalat malam.

Ia ingat betul pesan bapaknya ” kalau kau syid ingin menjadi orang yang sukses, jangan lupa shalat tahajjud”. Pesan itu dia ingat betul seperti lukisan yang terpatri dalam hatinya.Rasyid melaksanakan shalat tahajjud dengan kusyuk kemudian berdo’a.Ia mengangkat kedua tangannya ” Ya Allah hambamu yang hina ini, yang penuh dengan dosa dan maksiyat ini hadir dihadapanMu untuk memohon ampun dari dosa yang telah aku lakukan disiang hari ataupun malam hari, baik dosa yang kecil maupun besar, baik dosa itu aku sengaja maupun tidak, baik karena aku mengetahui kalau itu dosa maupun aku khilaf. Ampunkanlah ya Allah karena hanya Engkau yang maha pengampun. Rasyid tenggelam dalam munajadnya. Air matanya mulai mengalir menetes disajadah tempat ia bersujud. Mulutnya terus menerus berdzikir. Allah...Allah....Allah... Allaah.... Alllaaahhh semakin dalam ia melafalkan kalimat itu semakin deras airmata yang keluar.

Tuhan ....... Aku ini hina, aku ini sombong, aku ini pengecut. Betapa besar nikmat yang kau berikan kepadaku tetapi aku tak pernah bersyukur, aku kufur ya Allah. Betapa besar kasih dan sayangMu tetapi kenapa aku tak tahu berterima kasih. Kau berikan nyawa kehidupan kepadaku tapi kenapa nafas yang keluar dari mulutku selalu berbisa dan menyakitkan hati orang, betapa luas pintu ampunanMu tapi kenapa aku selalu berbuat salah. Ampuni Aku Yaaa... Aku tidak pantas masuk surga yang engkau janjikan karena itu tempatnya pada nabi dan rasul, para shaleh dan mujahid tetapi aku juga tidak akan kuat bila Engkau masukkan kedalam neraka jahannam berkumpul dengan syetan . Karenanya Ya Allaah berikanlah ampunanMu karena Engkau yang mengampunkan segala dosa. Terimalah do’a dan permohonanku ya Allah......Alllaah... Al ....lla....a...a...a..h . Bersamaan dengan itu tubuh Rasyid terkulai lemas, matanya tertutup dan .........”bismillahiirahmanirrahiim. Idzaa zulzilatil ardlu zilzaalahaa. Wa akhrajatil ardu atsqaalahaa. Waqaalal insaanu maa lahaa”. Pengeras suara di masjid berbunyi memecah kesunyian malam. Rasyid kaget dan bingung.

Ia melihat jam dinding masih menunjukkan pukul 01. 30 dini hari. ” biasanya suara orang mengaji dimasjid jam 04.00, kenapa jam segini sudah ada orang mengaji. Apa nggak salah ini”. Rasyid bergegas segera turun dari tempat tidur kemudian keluar rumah. Dilihatnya para tetangga banyak yang keluar. Aneh ini. Mereka hanya saling pandang dan menyimpan beribu pertanyaan. Langit cerah berhias cahaya bulan dan kerlib-kerlib bintang. Cak Mad yang membalut tubuhnya dengan sarung untuk mengusir udara dingin mendekati Rasyid”Syid kamu ke Masjid. Kan ganggu orang istirahat kalau begini”. Rasyid manggut manggut dan berlalu dengan cepat menuju masjid . Ternyata di depan masjid sudah banyak orang yang bergerombol ditemui juru kunci. ”Bapak-bapak, ini sungguh aneh, pengeras suara berbunyi dengan sendirinya, saya sudah mematikan mesinya bahkan aliran listrik sudah saya putus. Tapi suara orang mengaji di atas menara sana tetap berbunyi”. ”mana mungkin pengeras suara bisa berbunyi sendiri, mustahil, tidak mungkin”. Kata Haji Dullah ”betul pak haji, kami sudah mengeceknya dan memang orang mengaji itu terus berbunyi walaupun sudah di matikan mesinnya.

Orang-orang mulai berdatangan ke Masjid karena suara orang mengaji semakin keras dan tidak dapat dikendalikan. Mereka menutup telingah dengan kedua tangan. Rasyid semakin bingung. Semua orang saling berpandangan, menggelengkan kepala tanda tak mengerti . Suara orang mengaji itu mulai terdengar diseluruh masjid dan mushalla di kampung itu. Bersaut-sautan dan semakin keras. Tidak hanya orang laki-laki dewasa, orang perempuan dan anak-anak mulai keluar rumah dengan pakaian tidur seadanya. Suasana mulai kacau, tangisan anak anak kecil, mereka menjerit dalam ketakutan yang mendalam. Mendadak langit berubah menjadi gelap, bintang dan rembulan yang tadi bersinar terang bersembunyi dibalik awan yang bergulung-gulung tak tentu arah. Hujan sekonyong-konyong datang, Kilat menyambar dan guntur bergelegar. Listrik padam, angin berhembus dengan sekencang-kencangnya sehingga banyak pohon yang tumbang.

Atap-atap gedung mulai tersapu angin. Manusia yang tadinya bergerombol lari pontang-panting tak tentu arah dan tujuan. Suara jeritan, tangisan dan guntur menjadi satu, kacau, sangat kacau. Rasyid berlari mencari tempat yang aman diikuti oleh beberapa orang. Tapi Brak.... pohon mahoni disampingnya tumbang dan mengenai beberapa orang. Tolong- tolong.... tolong. Suasana semakin mencekam. Dari atas langit selatan muncul benda langit yang terbakar. Bummmm. Blaaaar air laut selatan datang bergulung-gulung menyapu apa saja yang ada. Semua orang lari tunggang langgang menuju utara tapi dari utara bumi bergelombang dan pecah, air dan lumpur menyembur dengan derasnya, Bumi bergoncang sekencang-kencangnya,Gunung-gunung meletus dan memuntakan laharnya. Mayat manusia bergelimpangan , berserakan bertempuk tumpuk tak karuan. Rasyid terus berlari dan berlari mencari tempat yang tinggi. Dengan sisa-sisa tenaga dengan nafas yang terputus-putus Rasyid terus berlari sendirian. Jauh sekali dan tidak tahu ia berada dimana.

Sejauh mata memandang hanya kelihatan tumpukan mayat. Suasana gelap gulita, sepi tak terdengar suara apapun. Rasyid berhenti mepelas lelah. Disaat yang bersamaan Rasyid melihat cahaya putih .Dengan sisa tenaga ia berjalan mendatangi cahaya itu. Hati Rasyid berdebar karena yang dilihatnya adalah sebuah masjid yang masih utuh dan tidak hancur. Dilihatnya masjid itu terbuka dan didalamnya keluar sinar yang menyilaukan mata. Rasyid heran, dilihatnya ratusan sampai ribuan orang yang berpakaian serba putih sedang duduk rapi. Mereka berdzikir. Badan mereka bergoyang teratur, bagaikan dikomando mengiringi kalimat kalimat yang keluar dari mulutnya. Sungguh pemandangan yang indah yang tidak pernah dilihat oleh Rasyid. Ia mulai terasa tenang dan aman. Diikutinya gerakan gerakan dzikir yang asing baginya. Laa ilaaha ilallah.. laa ilaaha illallah...Tidak ada teriakan, tidak ada jeritan, tidak ada tangisan yang merontah –rontah. Semuanya dilakukan dengan pelan, tenang dan khusuk. Rasyid terus mengikutinya tanpa berfikir.

Sudah sekian banyak kalimat dzikir diucapkan tetapi belum berhenti juga, pantat rasyid sudah mulai panas. Dia berusaha melihat orang yang disebelah kirinya tetapi orang itu hanyut dalam dzikirnya. Kemudian mata Rasyid dipalingkan ke arah sebelah kanan. Rasyid sangat kaget karena ia merasa sangat kenal degan orang disamping kanannya. Dilihatnya sekali lagi dengan teliti. Dan ternyata orang itu ayah rasyid yang sudah meninggal 10 tahun yang lalu. Spontan Rasyid memeluknya. Mendekapnya dengan kuat. Ditumpahkannya kerinduan hati yang selama ini ada, tapi orang yang dipeluknya tidak memberikan reaksi. Badannya terasa dingin, beku, tak ada tanda tanda kehidupan.

Orang itu terus berdzikir dan menggoyangkan badannya. Laa ilaaha illallah... laa ilaaha illallaah........... laa ilaaha illallaah. Pak.... ini anakmu ...., ini rasyid pak....ini rasyid ....Kenapa bapak diam saja. Ini Rasyid pak....Rasyid terus memeluknya dengan sangat kuat, ”Syid.. Rasyid ...ayo bangun,bangun... itu beduk adzan subuh sudah berkumandang. Nanti ketinggalan berjama’ah”. Ibu Rasyid mengoyang-goyang tubuhnya. Ia membuka mata. Bantal guling masih dipeluknya dengan erat. Ia baru sadar bahwa ia tertidur diatas sajadah tempat shalat. ”Ah.rupanya aku bermimpi. ”Mengapa mimpiku aneh banget ya.... kok mimpi kiamat segala”. badannya terasa kaku dan sakit. Seakan akan ia telah melakukan pekerjaan yang berat. Ia cepat cepat bangun dan pergi ke masjid melaksanakan shalat subuh berjama’ah..

Karya : Machmud Soleha
Dikutip Dari : http://www.cerpen.net/

Kisah-Kisah Teladan Dari Khalifah Umar Bin Abdul Aziz


Berikut kisah-kisah teladan dari Khalifah Umar Bin Abdul Aziz yang bisa kita ambil manfaatnya dalam kehidupan kita.

1. Halalnya Uang Belanja Dalam Sepotong Roti

Alkisah pada suatu hari Khalifah Umar Bin Abdul Aziz disediakan makanan oleh Istrinya yang beda dari biasanya.. saat itu ada sepotong roti yang masih hangat, harum dan wangi tampak roti itu begitu lezatnya hingga membangkitkan selera.
Sang Khalifah merasa heran dan bertanya pada Istrinya : “ Wahai Istriku dari mana kau memperoleh roti yang harum dan tampak lezat ini ? “.
Istrinya menjawab “ Ooh itu buatanku sendiri wahai Amirul Mukminin , aku sengaja membuatkan ini hanya untuk menyenangkan hatimu yang setiap hari selalu sibuk dengan urusan negara dan umat “.
“ Berapa uang yang kamu perlukan untuk membuat roti seperti ini “ tanya Khalifah.
“ Hanya tiga setengah dirham saja , kenapa memangnya“ jawab sang istri
“ Aku perlu tahu asal usul makanan dan minuman yang akan masuk ke dalam perutku ini, agar aku bisa mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah SWT nanti “ jawab Khalifah, dan bertanya lagi “ terus uang yang 3,5 dirham itu kau dapatkan dari mana ? “.
“Uang itu saya dapatkan dari hasil penyisihan setengah dirham tiap hari dari uang belanja harian rumah tangga kita yang selalu kau berikan kepadaku , jadi dalam seminggu terkumpulah 3.5 dirham dan itu cukup untuk membuat roti seperti ini yang halalan toyyiban “ jawab istrinya.
“ Baiklah kalau begitu . Saya percaya bahwa asal usul roti ini halal dan bersih “ kata Khalifah yang lalu menambahkan “ Berarti kebutuhan biaya harian rumah tangga kita harus dikurangi setengah dirham, agar tak mendapat kelebihan yg membuat kita mampu memakan roti yang lezat atas tanggungan umat “.

Kemudian Khalifah memanggil Bendahara Baitul Maal (Kas Negara) dan meminta agar uang belanja harian untuk rumah tangga Khalifah dikurangi setengah dirham. Dan Khalifah berkata kepada istrinya “ saya akan berusaha mengganti harga roti ini agar hati dan perut saya tenang dari gangguan perasaan, karena telah memakan harta umat demi kepentingan pribadi “.
Subhanalaah …Cerita ini benar2 mengandung keteladanan dari seorang Khalifah atau Presiden pimpinan negara yang begitu kuat berprinsip dan berhati-hati bahwa apapun yang dimakan dan minum harus benar2 tahu asal usul nya bahwa semua itu didapat secara halal dan benar. sebagai khalifah dia juga tak mau menggunakan serta menghamburkan uang negara untuk kepentingan pribadi. kalau biaya rumahtangganya cukup 3 dirham sehari kenapa mesti 3.5 dirham.

2. Dua Setengah Tahun Memerintah Berhasil Mengentaskan Kemiskinan Seluruh Umat

Umar berhasil mensejahterakan rakyat di seluruh wilayah kekuasaan Dinasti Umayyah. Ibnu Abdil Hakam meriwayatkan, Yahya bin Said, seorang petugas zakat masa itu berkata, ‘'Saya pernah diutus Umar bin Abdul Aziz untuk memungut zakat ke Afrika. Setelah memungutnya, saya bermaksud memberikan kepada orang-orang miskin. Namun saya tidak menjumpai orang miskin seorangpun".

Di bidang fiskal, Umar memangkas pajak dari orang Nasrani. Tak cuma itu, ia juga menghentikan pungutan pajak dari mualaf. Kebijakannya itu telah menumbuhkan simpati dari kalangan non Muslim sehingga mereka berbondong-bondong memeluk agama Islam. Inilah sebenarnya cara penyebaran islam dengan akhlaq mulia seperti dicontohkan Nabi Muhammad SAW, bahwa Islam Tidak Mengajarkan Kekerasan

Konon semasa ia menjabat sebagai Khalifah, walaupun hanya 2,5 tahun tak satu pun mahluk dinegerinya menderita kelaparan. Tak ada serigala mencuri ternak penduduk kota, tak ada pengemis di sudut-sudut kota, tak ada penerima zakat karena setiap orang mampu membayar zakat. Lebih mengagumkan lagi, penjara tak ada penghuninya. Sejak di angkat menjadi Khalifah Umar bertekad, dalam hatinya ia berjanji tidak akan mengecewakan amanah yang di embannya. Akhirnya dia berhasil mengelola negara dan memanifestasikan hadits Nabi SAW, “Seorang imam (khalifah) adalah pemelihara dan pengatur urusan (rakyat), dan dia akan diminta pertanggungjawabannya terhadap rakyatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

3. Siapakah Umar Bin Abdul Aziz itu

Umar bin Abdul Aziz adalah seorang Khalifah atau Presiden yang memimpin Pemerintahan Islam selama 2,5 tahun yaitu pada tahun 717 M s/d 720 M. Beliau dilantik menjadi Khalifah pada usia 37 tahun , usia yang tergolong muda untuk memimpin sebuah negara Islam yang besar dan luas kala itu.

Ayahnya adalah Abdul Aziz bin Marwan, yaitu Gubernur Mesir dan adik dari Khalifah Abdul Malik. Ibunya bernama Ummu Asim binti Asim. Umar bin Abdul Aziz adalah cicit dari Khulafaur Rasyidin kedua yaitu Umar bin Khattab, dimana umat Muslim menghormatinya sebagai salah seorang Sahabat Nabi Muhammad SAW yang paling dekat dan dimasa pemerintahannya berhasil mengembangkan dan memperluas wilayah kekuasaan Islam .

Umar bin Abdul Aziz sangat bersedih ketika diberi jabatan (amanah) oleh umat untuk menjadi Khalifah , ini dikisahkan oleh isterinya, Fatimah yang melihat Umar sedang menangis di kamarnya. Fatimah pun menanyakan apa yang terjadi pada diri suaminya. Lalu Umar menjawab, “Ya Fatimah, saya telah dijadikan penguasa atas kaum muslimin dan orang asing, saya memikirkan nasib kaum miskin yang sedang tertimpa kelaparan, kaum telanjang dan sengsara, kaum tertindas yang sedang mengalami cobaan berat, kaum tak dikenal dalam penjara, orang-orang tua yang patut dihormati, orang yang mempunyai keluarga besar namun penghasilannya sedikit, serta orang2 dalam keadaan serupa di Negara-negara di dunia dan propinsi-propinsi yang jauh. Saya merasa bahwa Tuhanku akan bertanya tentang mereka pada Hari Berbangkit dan saya takut bahwa pembelaan diri yang bagaimana pun tidak akan berguna bagi saya. Lalu saya menangis.” Subhanallah begitu sedihnya beliau menerima jabatan itu.

Tugas negara adalah mengubah teori menjadi kenyataan, mengubah norma menjadi undang-undang, dan memindahkan keindahan etika .menjadi praktek sehari-hari.” (Yusuf Qardhawi )
Masih banyak Kisah Teladan Khalifah Umar Bin Abdul Aziz ini. Tunggu saja kisah2 teladan selanjutnya.



Source : http://saungweb.blogspot.com/ dengan diambil dari beberapa sumber

TAG :
 

SEO Tools

Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net Marketing Blogs - BlogCatalog Blog Directory Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net blogarama - the blog directory
Search Engine Optimization and SEO Tools
Powered by  MyPagerank.Net KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia Free xml sitemap generator Top 10 Rank Badge Bloglisting.net - The internets fastest growing blog directory Internet blogs Blog Directory - OnToplist.com Free Sitemap Generator GrowUrl.com - growing your website

Site Info


Hit Counters

Supardi Punya Copyright © 2010 - All right reserved | Template design by Supardi |
Proudly powered by Blogger.com | Best view on Firefox, Internet Explorer, Google Chrome and Opera.